Kuliah di luar negeri adalah impian banyak orang. Di balik pengalaman akademik dan budaya yang luar biasa. Ada tantangan besar yang tak bisa diabaikan—khususnya dalam hal mengelola keuangan. Perbedaan nilai tukar mata uang, biaya hidup yang tinggi, hingga pengeluaran tak terduga bisa menjadi sumber stres tersendiri bagi mahasiswa. Terutama jika tidak memiliki rencana keuangan yang matang sejak awal.

Itulah mengapa kemampuan mengatur keuangan menjadi sangat penting. Dengan strategi yang tepat, mahasiswa tidak hanya bisa bertahan secara finansial. Tetapi juga menjalani masa studi dengan lebih tenang dan fokus. Kuliah di luar negeri pun akan terasa lebih menyenangkan—bukan hanya sebagai ajang menimba ilmu. Tetapi juga sebagai kesempatan untuk belajar mengelola keuangan secara cerdas dan mandiri.

 

Siapkan Infrastruktur Finansial Lokal

Di mana pun kita berada, infrastruktur finansial adalah hal mendasar yang menunjang aktivitas harian, terutama dalam mengelola keuangan pribadi. Memiliki rekening bank dan kartu ATM, misalnya, menjadi kebutuhan utama demi kenyamanan dan efisiensi dalam bertransaksi.

Anda bisa membangun infrastruktur ini melalui bank lokal di negara tujuan, atau dengan memanfaatkan produk keuangan yang berlaku secara internasional—seperti Jenius dari Bank BTPN (bagian dari grup SMBC Indonesia)—yang memberikan fleksibilitas tinggi untuk kebutuhan keuangan lintas negara.

 

Buat List Pendapatan dan Pengeluaran Tiap Bulan

Kamu perlu mencatat semua pemasukan dan pengeluaran setiap bulan. Misalnya, jika kamu menerima uang dari orang tua atau tunjangan biaya hidup dari beasiswa, catat jumlah yang masuk, lalu buat rencana pengeluaran bulanan secara rinci.

Pisahkan antara kebutuhan wajib dan keinginan pribadi (wishlist), lalu patuhi anggaran yang sudah kamu buat. Jika dana untuk hiburan atau rekreasi sudah habis, jangan memaksakan diri untuk mengambil dari pos pengeluaran utama, seperti biaya makan atau kebutuhan harian.

Agar lebih terkontrol, kamu juga bisa membagi anggaran bulanan menjadi mingguan. Jika masih ada sisa dari jatah mingguan, sebaiknya disisihkan lebih dulu—dan bisa kamu gunakan untuk menutup kebutuhan tak terduga di akhir bulan.

 

Pelajari dan Manfaatkan Fasilitas yang Tersedia

Universitas di luar negeri umumnya menyediakan berbagai fasilitas pendukung untuk membantu mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun keuangan. Fasilitas tersebut bisa berupa beasiswa internal, akses ke layanan hasil kerja sama institusi, peminjaman buku teks dari perpustakaan, dan banyak lagi.

Dengan memahami dan memanfaatkan semua fasilitas ini secara optimal, kita bisa menekan berbagai pengeluaran sekaligus mengelola keuangan secara lebih efisien selama masa studi.

BACA JUGA: Beberapa Negara dengan Beasiswa Fully Funded untuk Mahasiswa Asing Di Tahun Ini