Banyak orang mengira bahwa semakin lama waktu belajar di sekolah, maka semakin tinggi pula kualitas pendidikan yang diperoleh. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Beberapa negara justru menunjukkan bahwa dengan hari sekolah yang relatif singkat, mereka tetap mampu membangun sistem pendidikan berkualitas tinggi dan diakui secara global.

Lalu, bagaimana mungkin waktu belajar yang lebih singkat tetap menghasilkan prestasi akademik yang unggul? Mari kita telusuri beberapa negara dengan durasi sekolah tersingkat namun berhasil mencetak kualitas pendidikan yang luar biasa—dan temukan rahasia di balik efektivitas sistem belajar mereka.

 

Jerman

Di Jerman, durasi jam sekolah rata-rata berkisar antara 3 jam 45 menit hingga 5 jam per hari. Pelajaran biasanya dimulai antara pukul 07.30 hingga 08.15 pagi dan berakhir sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 siang. Meski tergolong singkat, sistem pendidikan di Jerman lebih menekankan pada kualitas pembelajaran, bukan kuantitas. Siswa juga diberi waktu luang di sore hari untuk belajar mandiri atau mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan diri.

Mayoritas sekolah di Jerman adalah sekolah negeri yang bebas biaya. Menariknya, kebijakan ini juga diterapkan di banyak perguruan tinggi. Jerman menyediakan akses ke berbagai universitas tanpa biaya kuliah, baik untuk warga negara sendiri maupun mahasiswa internasional. Hal ini menjadikan Jerman sebagai salah satu destinasi pendidikan favorit di Eropa, dengan sistem yang efisien, terjangkau, dan tetap berkualitas tinggi.

 

Finlandia

Finlandia dikenal sebagai negara dengan jam sekolah terpendek di dunia. Rata-rata siswa hanya menghabiskan sekitar 5 jam di kelas setiap harinya. Yang lebih menarik, siswa di Finlandia tidak dibebani dengan pekerjaan rumah, sehingga mereka memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat, bermain, atau mengeksplorasi minat pribadi di luar sekolah.

Meskipun waktu belajarnya tergolong singkat, sistem pendidikan Finlandia secara konsisten menempati peringkat teratas dunia. Kunci keberhasilannya terletak pada fokus terhadap kualitas pengajaran, pendekatan pembelajaran yang personal, serta lingkungan sekolah yang mendukung kesejahteraan siswa secara menyeluruh. Ini membuktikan bahwa pendidikan berkualitas tidak selalu ditentukan oleh lamanya waktu belajar.

 

Italia

Di Italia, kegiatan sekolah biasanya dimulai sekitar pukul 08.00 pagi dan berakhir antara pukul 13.00 hingga 14.00 siang. Durasi sekolah berlangsung sekitar 5 jam per harinya, termasuk jam belajar, istirahat, dan makan siang. Meskipun waktu belajarnya tergolong singkat, beberapa sekolah tetap menjalankan aktivitas belajar mengajar dari Senin hingga Sabtu.

Pendidikan di Italia ini diwajibkan bagi anak – anak usia 6 hingga 16 tahun. Pemerintahan juga menyediakan akses pendidikan gratis bagi warga negaranya hingga jenjang sekolah dasar. Dengan adanya sistem pendidikan yang cukup fleksibel namun tetap terstruktur. Negara Italia ini berupaya memberikan dasar pendidikan yang merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

BACA JUGA: Beberapa Universitas yang Terkenal Dengan Jurusan Seninya di Dunia