
Ujian proposal maupun skripsi sering kali menjadi momok bagi mahasiswa tingkat akhir. Rasa gugup, tekanan untuk tampil sempurna, dan kekhawatiran akan penilaian dosen bisa membuat momen ini terasa sangat menegangkan. Sayangnya, tekanan tersebut sering kali membuat mahasiswa melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang sebenarnya bisa dihindari jika mereka lebih siap dan tenang.
Tanpa disadari, justru hal-hal kecil seperti sikap, cara menjawab pertanyaan. Hingga penguasaan materi sering menjadi aspek penting di mata dosen penguji. Oleh karena itu, selain menguasai isi proposal atau skripsi. Penting juga untuk mempersiapkan diri secara mental dan teknis agar dapat memberikan kesan yang baik dan percaya diri saat sidang.
Tidak Memahami Metode Penelitian yang Digunakan
Menggunakan metode kuantitatif atau kualitatif tanpa benar-benar memahaminya bisa berakibat fatal. Hal ini dapat menyebabkan hasil penelitian menjadi tidak valid, bahkan tidak relevan dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan. Sayangnya, kesalahan ini masih cukup sering terjadi, terutama saat mahasiswa memilih metode hanya karena dianggap “lebih mudah” atau mengikuti tren, bukan karena sesuai dengan kebutuhan penelitian.
Memahami karakteristik masing-masing metode sangat penting agar pendekatan yang dipilih benar-benar mendukung tujuan penelitian. Dengan pemahaman yang tepat, kamu tidak hanya menghasilkan data yang akurat, tapi juga bisa menyusun analisis yang kuat dan mendalam sesuai konteks penelitianmu.
Terlalu Bergantung pada Satu Sumber
Mengandalkan hanya satu buku atau jurnal utama dalam menyusun skripsi bisa membuat isi tulisanmu terasa monoton dan kurang bervariasi. Referensi yang terbatas juga dapat mempersempit sudut pandang, sehingga argumen yang disampaikan menjadi kurang kuat dan berisiko kehilangan kedalaman analisis.
Untuk itu, penting untuk menggunakan berbagai sumber yang relevan dan kredibel guna memperkaya perspektif. Dengan memadukan berbagai referensi, kamu tidak hanya memperkuat landasan teoritis, tetapi juga menunjukkan bahwa penelitianmu berdiri di atas kajian ilmiah yang luas dan komprehensif.
Referensi Tidak Valid
Menggunakan referensi yang tidak valid atau bersumber dari artikel lama dapat merusak kredibilitas skripsimu secara keseluruhan. Data dan teori yang sudah tidak relevan dengan perkembangan terkini bisa membuat penelitianmu terkesan usang dan kurang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Oleh karena itu, pastikan kamu mengutip jurnal, buku, atau artikel ilmiah yang terbaru dan tepercaya. Referensi yang berkualitas tidak hanya memperkuat argumen, tetapi juga menunjukkan bahwa kamu mengikuti perkembangan riset di bidang yang kamu teliti. Ini akan memberi nilai lebih di mata dosen pembimbing maupun penguji.
BACA JUGA: Apakah AI Sekarang Membantu Dalam Bidang Pendidikan?
Leave a Reply