Bagi banyak calon mahasiswa internasional, TOEFL dan IELTS sering kali dianggap sebagai gerbang wajib menuju kampus impian di luar negeri. Tes kemampuan bahasa Inggris ini memang sudah lama menjadi syarat utama dalam proses seleksi universitas maupun beasiswa internasional. Tapi, tahukah kamu? Kini semakin banyak kampus ternama di berbagai negara yang tidak lagi mewajibkan TOEFL atau IELTS sebagai syarat mutlak penerimaan mahasiswa internasional.

Seiring berkembangnya dunia pendidikan yang makin inklusif dan fleksibel, banyak institusi membuka jalur alternatif bagi pelajar asing. Mulai dari mempertimbangkan latar belakang pendidikan berbahasa Inggris, nilai akademik sebelumnya. Hingga menyediakan program persiapan bahasa sebelum kuliah dimulai. Ini tentu menjadi angin segar bagi kamu yang ingin kuliah di luar negeri, tapi belum sempat mengambil atau belum mencapai skor ideal dalam TOEFL atau IELTS.


Sebenarnya, Apa Itu TOEFL dan IELTS?

Sebelum lanjut membahas kampus-kampus bebas tes bahasa, yuk kita pahami dulu dua tes yang paling sering disebut ini:

TOEFL (Test of English as a Foreign Language)

TOEFL memiliki beberapa versi. Yang paling umum digunakan secara internasional adalah TOEFL iBT (Internet-Based Test). Tes ini menilai empat kemampuan utama: Reading, Listening, Speaking, dan Writing, dengan total skor maksimal 120 poin. Tes ini diakui secara global, termasuk untuk pengajuan visa pelajar ke negara-negara berbahasa Inggris.

Ada juga versi lain seperti TOEFL PBT (Paper-Based Test) dan TOEFL ITP, tapi keduanya memiliki cakupan penggunaan yang lebih terbatas—biasanya hanya untuk institusi dalam negeri atau negara tertentu di Asia.

IELTS (International English Language Testing System)

IELTS hadir dalam dua format: Academic Test (untuk keperluan studi) dan General Training Test (untuk bekerja atau migrasi). Tes ini diselenggarakan oleh Cambridge University, British Council, dan IDP Education Australia. Sama seperti TOEFL, IELTS menguji empat aspek bahasa, namun dengan aksen British English sebagai standar pengucapan.

Yang menarik, semua bagian tes IELTS dilakukan secara tatap muka—terutama bagian Speaking, yang langsung dilakukan dengan penguji.


Kampus Dunia yang Tidak Mewajibkan TOEFL/IELTS

Tenang, buat kamu yang ingin kuliah di luar negeri tapi belum sempat ambil TOEFL atau IELTS, berikut beberapa universitas yang membuka pintu tanpa syarat tes bahasa tersebut:

University of Vienna – Austria

Terkenal dengan kualitas akademik dan biaya pendidikan yang terjangkau, University of Vienna menjadi salah satu destinasi favorit mahasiswa internasional. Dengan lebih dari 178 program studi dan komunitas pelajar dari 140 negara, kampus ini menyediakan alternatif untuk membuktikan kemampuan bahasa Inggris tanpa harus menyerahkan skor TOEFL atau IELTS.

Kamu bisa menunjukkan bukti lain, seperti pernah menempuh pendidikan sebelumnya dalam bahasa Inggris. Biaya kuliah di sini bervariasi, mulai dari €727 hingga €13.800 per tahun tergantung program. Selain program berbahasa Inggris, banyak program ditawarkan dalam bahasa Jerman—jadi cocok juga buat kamu yang ingin sekaligus belajar bahasa baru. Terletak di Vienna, salah satu kota paling layak huni di dunia, universitas ini juga menawarkan suasana belajar yang aman, nyaman, dan multikultural.

Istanbul University – Turki

Kalau kamu lebih tertarik dengan suasana kota yang kaya sejarah dan budaya, Istanbul University bisa jadi pilihan menarik. Sebagai universitas tertua di Turki dengan reputasi akademik kuat, kampus ini bekerja sama dengan program beasiswa Turkiye Burslari yang membebaskan persyaratan TOEFL dan IELTS.

Sebagai gantinya, mahasiswa internasional penerima beasiswa akan mengikuti kursus bahasa Turki selama satu tahun secara gratis. Ini tidak hanya memudahkan adaptasi bahasa, tapi juga membantumu memahami budaya lokal sebelum perkuliahan dimulai. Beasiswa ini sangat komprehensif—mencakup biaya kuliah penuh, tunjangan bulanan (sekitar Rp 460 ribu hingga Rp 1,7 juta), tempat tinggal, makan, akomodasi, hingga biaya riset.

BACA JUGA: 3 Culture Shock yang Paling Mengejutkan Mahasiswa Internasional di China