
Pernah mencoba aplikasi yang bisa menjawab soal secara otomatis? Atau mungkin kamu pernah menggunakan chatbot untuk membantu menyelesaikan tugas? Nah, semua itu adalah contoh nyata bagaimana kecerdasan buatan (AI) mulai masuk dan berkembang dalam dunia pendidikan. Kehadirannya menawarkan kemudahan, kecepatan, dan akses informasi yang lebih luas bagi pelajar dan mahasiswa.
Namun, pertanyaannya sekarang: apakah AI benar-benar mampu membantu proses belajar mengajar secara efektif? Apakah penggunaannya mendorong pemahaman yang lebih dalam, atau justru membuat kita terlalu bergantung? Yuk, kita bahas lebih lanjut dan telusuri bagaimana peran AI bisa dioptimalkan dalam dunia pendidikan.
Pengertian Kecerdasan Buatan (AI)
Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terus dikembangkan oleh para ahli hingga mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. AI kini memainkan peran penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan, kesehatan, industri, hingga pemerintahan. Perkembangannya yang cepat menjadi bukti bahwa teknologi ini memiliki potensi besar dalam membantu manusia menyelesaikan berbagai persoalan kompleks secara efisien.
H. A. Simon mengklaim bahwa kecerdasan buatan adalah bidang yang memungkinkan komputer menjalankan tugas-tugas dengan performa yang bahkan bisa melebihi manusia. Knight dan Rich sependapat dengan Simon. Mereka menyebut AI sebagai cabang ilmu komputer yang berfokus pada usaha menciptakan sistem komputer yang mampu meniru bahkan melampaui kemampuan manusia dalam menyelesaikan masalah tertentu.
Penerapan AI dalam Kegiatan Pembelajaran
Sebagai Mentor Virtual
Internet modern diciptakan sebagai sarana penyebaran informasi, pengetahuan, dan pemikiran lintas topik. Salah satu inovasi dalam pendidikan digital adalah Virtual Mentor, bagian dari program The Lab System, yang beroperasi sebagai lingkungan multimedia dengan integrasi eLearning. Menurut Zhang (2004) dalam Jurnal Sistem Informasi Komputer, fitur ini terbukti lebih efektif dibandingkan instruksi kelas tradisional.
Konsep Learning by Asking (LBA) atau pembelajaran interaktif menjadi kunci dalam sistem ini. LBA melibatkan dua komponen utama: video streaming server dan web server. Keduanya memproses video asli untuk menghasilkan pertanyaan yang dapat disimpan, dipanggil kembali, dan dikembangkan sesuai intensitas serta perubahan konten. Kehadiran mentor virtual seperti LBA membuat proses belajar lebih efisien, baik secara manajerial maupun finansial.
Voice Asistant
Fitur voice assistant atau asisten suara memungkinkan pengguna belajar tanpa harus membaca teks secara langsung. Teknologi ini menghadirkan cara baru dalam mengakses informasi melalui suara, yang berbeda dari proses kognitif membaca. Jean-Charles (2018) menjelaskan bahwa voice assistant dapat berfungsi sebagai alat untuk memahami sudut pandang guru, terutama dalam konteks integrasi teknologi di ruang kelas. Esai tersebut mengeksplorasi bagaimana para pendidik melihat potensi teknologi ini dan bagaimana hal tersebut dapat membentuk pengaturan kelas di masa depan.
Saat ini, voice assistant terus dikembangkan untuk digunakan di berbagai perangkat teknologi. Dalam konteks pembelajaran, fitur ini membantu siswa mempercepat pencarian materi tambahan serta memberikan akses terhadap informasi yang lebih transparan dan akurat. Kehadirannya berpotensi meningkatkan efisiensi dan pengalaman belajar di kelas, terutama dalam mendukung pembelajaran yang lebih inklusif dan fleksibel.
BACA JUGA: Seberapa Penting Sih Mengikuti Sebuah Organisasi Di Universitas?
Leave a Reply