
Belajar di luar negeri bukan hanya soal mengejar gelar akademis. Tetapi juga tentang memperluas wawasan, menjelajahi budaya baru, dan membentuk cara pandang yang lebih luas terhadap dunia. Di tengah gaya hidup global saat ini, banyak mahasiswa yang ingin menggabungkan studi dengan pengalaman traveling, tanpa mengorbankan kualitas pendidikan mereka.
Untungnya, beberapa negara mendukung konsep study and travel secara bersamaan—memberikan izin tinggal yang fleksibel, akses mudah ke berbagai destinasi wisata, serta sistem pendidikan yang berkualitas tinggi. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi tiga negara yang menjadi surga bagi pelajar yang ingin study sambil menjelajah dunia.
1. Australia: Pendidikan Kelas Dunia & Petualangan Alam Luar Biasa
Australia telah lama menjadi destinasi favorit mahasiswa internasional. Negara ini dikenal memiliki universitas-universitas ternama seperti University of Melbourne dan Australian National University, serta lingkungan multikultural yang ramah terhadap pelajar asing.
Namun daya tarik Australia tidak berhenti di kampus. Benua ini menawarkan pemandangan alam yang sangat beragam—dari pantai eksotis di Gold Coast hingga gurun merah di Uluru. Banyak pelajar memanfaatkan waktu libur semester untuk menjelajahi keindahan alam Australia, bahkan bekerja paruh waktu sebagai cara untuk mendanai perjalanan mereka.
Australia juga memberi izin kerja hingga 24 jam per minggu bagi mahasiswa internasional selama masa studi. Ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan pengalaman kerja dan menabung untuk perjalanan singkat ke tempat-tempat seperti Sydney, Tasmania, atau Great Barrier Reef.
2. Belanda: Negeri Kincir Angin yang Ramah Pelajar dan Traveler
Belanda adalah salah satu negara di Eropa yang sangat mendukung gaya hidup study and travel. Sistem pendidikan tinggi mereka menggunakan bahasa Inggris secara luas. Bahkan di tingkat sarjana, sehingga memudahkan pelajar internasional untuk beradaptasi. Universitas seperti University of Amsterdam dan Leiden University memiliki reputasi global. Dan menawarkan program-program interdisipliner yang menarik.
Selain itu, Belanda memiliki infrastruktur transportasi yang sangat baik—mulai dari jalur sepeda hingga kereta cepat yang menghubungkan antar kota dan bahkan antar negara. Lokasinya yang strategis di jantung Eropa membuat para mahasiswa bisa dengan mudah bepergian ke negara-negara tetangga seperti Jerman, Prancis, dan Belgia hanya dalam beberapa jam.
Pemerintah Belanda juga mendukung pelajar internasional dengan beasiswa dan izin tinggal yang fleksibel, serta memperbolehkan kerja paruh waktu selama masa studi. Hidup sebagai mahasiswa di Belanda benar-benar terasa seperti mendapatkan dua pengalaman sekaligus—pendidikan berkualitas tinggi dan petualangan Eropa yang tak terlupakan.
3. Kanada: Kombinasi Harmonisasi Multikultural dan Keindahan Alam
Kanada adalah negara lain yang secara konsisten masuk dalam daftar destinasi studi terbaik dunia. Dengan sistem pendidikan yang kuat, biaya hidup yang relatif lebih terjangkau dibanding Amerika Serikat. Dan lingkungan yang sangat aman, Kanada menjadi magnet bagi pelajar internasional dari berbagai penjuru dunia.
Yang membuat Kanada istimewa adalah kemampuannya menyatukan aspek akademis dan gaya hidup aktif di alam terbuka. Kota-kota seperti Vancouver, Toronto, dan Montreal menawarkan pengalaman urban yang dinamis. Sementara area seperti Banff, Whistler, dan Jasper mengundang untuk dieksplorasi. Dengan hiking, ski, atau sekadar menikmati pemandangan gunung yang memukau.
Kanada juga memperbolehkan mahasiswa internasional untuk bekerja hingga 20 jam per minggu selama masa kuliah dan penuh waktu saat libur. Program visa pasca studi (Post-Graduation Work Permit) memungkinkan lulusan untuk tinggal dan bekerja di Kanada selama beberapa tahun. Membuka peluang untuk menjelajah lebih jauh atau bahkan membangun karier di sana.
BACA JUGA: Top 3 Negara Paling Inovatif dalam Pendidikan Internasional
Leave a Reply