
Kuliah di luar negeri bukan hanya soal memilih universitas bergengsi atau program studi unggulan. Lebih dari itu, pengalaman belajar di negara asing juga sangat ditentukan oleh bagaimana kita merasa diterima dan nyaman di lingkungan baru. Salah satu aspek penting yang sering luput dari perhatian adalah keramahan dan sikap keterbukaan mahasiswa lokal terhadap pelajar internasional.
Mungkin Anda sudah menyiapkan rencana matang, riset kampus, bahkan mengejar beasiswa. Namun, pernahkah Anda mempertimbangkan: Bagaimana rasanya belajar di tengah budaya yang benar-benar berbeda? Apakah mahasiswa lokal di sana terbuka terhadap pertemanan lintas budaya? Apakah mereka mudah diajak berdiskusi, bersedia membantu, dan membuat Anda merasa tidak sendirian?
Bagi banyak pelajar asing, memiliki teman lokal yang ramah dan suportif bisa mempercepat proses adaptasi. Mengurangi rasa canggung, dan menciptakan pengalaman belajar yang jauh lebih menyenangkan. Untungnya, ada beberapa negara yang dikenal memiliki lingkungan sosial yang inklusif, mahasiswa yang terbuka. Serta budaya kampus yang ramah terhadap pelajar internasional.
Berikut ini adalah tiga negara yang dinilai sangat ideal bagi Anda yang ingin studi ke luar negeri sambil membangun koneksi sosial yang kuat dan sehat.
1. 🇨🇦 Kanada – Ramah, Multikultural, dan Mendukung Mahasiswa Internasional
Tidak berlebihan jika Kanada disebut sebagai salah satu destinasi paling bersahabat untuk pelajar internasional. Selain memiliki sistem pendidikan berkualitas tinggi dan kota-kota yang aman. Masyarakat dan mahasiswa lokal di Kanada dikenal ramah, toleran, dan terbuka terhadap keragaman.
Berikut alasan mengapa Kanada begitu cocok untuk mahasiswa asing:
-
Budaya multikultural: Kanada adalah rumah bagi penduduk dari berbagai latar belakang etnis dan budaya. Keragaman ini tercermin dalam kehidupan kampus yang inklusif, di mana pertemanan lintas budaya menjadi hal biasa.
-
Kampus ramah internasional: Universitas seperti University of Toronto dan McGill University memiliki komunitas mahasiswa internasional yang sangat aktif dan didukung penuh oleh institusi.
-
Program pendampingan pelajar asing: Banyak kampus menjalankan buddy system, di mana mahasiswa lokal secara sukarela menjadi mentor bagi mahasiswa baru dari luar negeri, membantu mereka mengenal lingkungan sekitar, memahami budaya lokal, dan merasa diterima.
Tak heran, banyak mahasiswa asing di Kanada merasa tidak hanya belajar di luar negeri, tapi juga menemukan “rumah kedua” yang hangat dan mendukung.
2. 🇳🇱 Belanda – Terbuka, Kritis, dan Fasih Berbahasa Inggris
Belanda adalah salah satu negara Eropa yang paling terbuka terhadap pelajar internasional. Bahkan, lebih dari 2.000 program studi di jenjang S1 dan S2 ditawarkan sepenuhnya dalam bahasa Inggris. Sebuah angka yang sangat tinggi dibandingkan negara Eropa lainnya.
Alasan mengapa mahasiswa lokal di Belanda dinilai inklusif:
-
Kebiasaan berdiskusi terbuka: Mahasiswa Belanda terbiasa dengan gaya belajar yang interaktif dan kritis. Mereka tidak segan berdialog, menghargai perbedaan pendapat, dan terbuka terhadap perspektif baru dari teman-teman internasional.
-
Budaya egaliter: Hubungan antara dosen dan mahasiswa di Belanda sangat setara. Tidak ada jarak formal yang berlebihan, sehingga mahasiswa—termasuk dari luar negeri—merasa dihargai dan bebas berekspresi.
-
Lingkungan yang sangat internasional: Kampus seperti Delft University of Technology dan University of Amsterdam memiliki ribuan mahasiswa asing dari berbagai negara, menciptakan ekosistem belajar global yang hidup dan dinamis.
-
Masyarakat bilingual: Hampir seluruh penduduk Belanda fasih berbahasa Inggris, jadi kendala bahasa hampir tidak ada, baik di dalam maupun di luar kampus.
Belajar di Belanda bukan hanya memperluas pengetahuan, tetapi juga memperluas wawasan budaya dan kemampuan komunikasi lintas negara.
3. 🇯🇵 Jepang – Penuh Rasa Hormat, Sopan, dan Antusias Berteman
Jepang sering kali dipersepsikan sebagai negara yang konservatif atau agak tertutup terhadap budaya asing. Namun, hal ini perlahan berubah, terutama di lingkungan kampus yang kini semakin bersifat global.
Mengapa Jepang bisa menjadi pilihan ideal bagi pelajar internasional?
-
Mahasiswa yang penuh rasa hormat: Mahasiswa Jepang dikenal sangat menghargai perbedaan dan menunjukkan sikap sopan terhadap siapa pun, termasuk pelajar asing.
-
Program pertukaran budaya yang aktif: Universitas terkemuka seperti University of Tokyo dan Kyoto University menawarkan berbagai program pertukaran, kegiatan klub internasional, hingga language exchange yang mempertemukan mahasiswa lokal dan asing.
-
Atmosfer belajar yang tenang dan terstruktur: Lingkungan kampus di Jepang cenderung rapi, tertib, dan mendukung konsentrasi. Mahasiswa lokal juga antusias mengenal budaya baru dan membangun relasi dengan mahasiswa asing.
Meskipun mungkin ada tantangan bahasa, keramahan dan rasa ingin tahu yang besar dari mahasiswa Jepang membuat adaptasi menjadi lebih mudah dan penuh makna.
BACA JUGA: Beberapa Mata Pelajaran Aneh Tapi Nyata di Sekolah Luar Negeri
Leave a Reply