Dalam lanskap pendidikan tinggi internasional yang terus berkembang, semakin banyak mahasiswa yang tertarik memperluas cakupan studi mereka dengan mengambil lebih dari satu bidang sekaligus. Motivasinya pun beragam—mulai dari keinginan memperkuat daya saing di dunia kerja, memperluas cakrawala intelektual, hingga sekadar memenuhi rasa ingin tahu pribadi.

Dua jalur yang paling umum untuk mewujudkan ambisi ini adalah double major dan double degree. Meski sekilas terdengar serupa, keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam struktur, beban studi, hingga hasil akhir yang diperoleh. Tak sedikit mahasiswa internasional yang bingung membedakan keduanya—dan sayangnya, kesalahan dalam memilih jalur ini bisa berdampak panjang terhadap studi maupun karier mereka.

Artikel ini akan mengulas secara menyeluruh apa itu double major dan double degree, serta menyoroti kelebihan, kekurangan, dan pertimbangan penting sebelum memilih salah satunya.


1. Double Major: Dua Jurusan, Satu Gelar

Double major memungkinkan mahasiswa mengambil dua jurusan utama dalam satu program gelar sarjana. Misalnya, seorang mahasiswa dapat menyelesaikan studi dalam bidang Ekonomi dan Ilmu Politik di bawah satu gelar Bachelor of Arts (BA).

Ciri Khas Double Major:

  • Satu ijazah, dua spesialisasi: Hasil akhir berupa satu gelar akademik dengan dua jurusan utama tercantum di dalamnya.

  • Durasi studi relatif normal: Umumnya tetap dalam rentang 3–4 tahun, tergantung pada sistem pendidikan dan kebijakan universitas.

  • Efisien dari segi waktu dan biaya: Karena berada dalam satu fakultas atau rumpun ilmu yang serupa, mahasiswa tidak perlu membayar biaya tambahan untuk dua gelar terpisah.

  • Contoh kombinasi umum: Psikologi + Sosiologi, Ilmu Komputer + Matematika, Pemasaran + Manajemen.

Namun, memilih double major bukan tanpa konsekuensi. Beban akademik akan lebih berat dibanding mengambil satu jurusan saja. Mahasiswa harus pandai mengelola waktu dan memenuhi seluruh persyaratan kurikulum dari kedua bidang dalam waktu yang sama.


2. Double Degree: Dua Gelar, Dua Jalur Pendidikan

Berbeda dari double major, double degree memberikan kesempatan untuk memperoleh dua ijazah terpisah dari dua program studi yang biasanya memiliki struktur dan kurikulum mandiri. Dalam beberapa kasus, bahkan memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan di dua universitas berbeda, termasuk lintas negara.

Ciri Khas Double Degree:

  • Dua ijazah resmi: Mahasiswa menyelesaikan dua program pendidikan yang terpisah dan menerima dua gelar.

  • Durasi studi lebih panjang: Umumnya memakan waktu 5–6 tahun untuk dua gelar sarjana, meskipun beberapa program menawarkan jalur percepatan.

  • Biaya lebih besar: Karena mahasiswa mendaftar di dua program, biaya kuliah, administrasi, dan logistik pun meningkat.

  • Fleksibilitas lintas disiplin: Memberikan peluang menggabungkan dua bidang yang sangat berbeda, seperti Teknik dan Bisnis, atau Desain dan Komunikasi.

Program double degree juga sering muncul dalam bentuk joint-degree internasional, hasil kolaborasi antara dua institusi di negara berbeda. Mahasiswa bisa menjalani sebagian studi di masing-masing kampus dan mendapatkan pengalaman pendidikan global yang lebih kaya.


3. Pilih yang Mana? Pertimbangkan Tujuan, Kapasitas, dan Karier

Memilih antara double major atau double degree bukan hanya soal preferensi akademik, tetapi juga soal strategi jangka panjang.

Double Major cocok untuk:

  • Mahasiswa yang ingin mendalami dua bidang yang masih beririsan dalam satu rumpun ilmu.

  • Mereka yang menginginkan efisiensi waktu dan biaya, tanpa menambah durasi studi secara signifikan.

  • Seseorang yang ingin menambah nilai akademik pada CV-nya tanpa tekanan administratif dan logistik yang berlebihan.

Double Degree tepat bagi:

  • Mahasiswa yang ingin menjelajahi dua bidang yang sangat berbeda secara mendalam.

  • Mereka yang bercita-cita untuk bekerja lintas industri, atau meraih keunggulan kompetitif di dua sektor sekaligus.

  • Calon profesional yang melihat nilai tambah dari dua gelar formal dalam karier internasional jangka panjang.

Namun, apapun pilihannya, perlu disadari bahwa kedua jalur ini memiliki beban studi yang berat dan menuntut komitmen tinggi. Diperlukan ketekunan, manajemen waktu yang baik, serta ketahanan mental untuk menjalani program semacam ini.

BACA JUGA: Cara Efektif Networking Antarbudaya Saat Kuliah Internasional