
Ujian tidak selalu identik dengan lembar soal dan jawaban pilihan ganda. Di berbagai negara, sistem evaluasi belajar hadir dengan cara yang unik, kreatif, bahkan terkadang tidak terduga. Pendekatan yang digunakan mencerminkan budaya, filosofi pendidikan, dan nilai-nilai yang dianut oleh masing-masing negara.
Berikut adalah sejumlah fakta menarik tentang sistem ujian di berbagai belahan dunia—yang menunjukkan bahwa proses mengukur kemampuan siswa bisa jauh lebih beragam dan inovatif daripada yang kita bayangkan.
Minim Ujian Tertulis Khas Finlandia
Finlandia dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia—dan uniknya, mereka sangat jarang mengadakan ujian tertulis. Penilaian siswa lebih banyak dilakukan melalui proyek, diskusi kelompok, dan observasi langsung dalam aktivitas belajar sehari-hari. Pendekatan ini membuat proses belajar terasa lebih alami dan bermakna.
Para guru di Finlandia berperan aktif dalam memantau perkembangan siswa secara langsung di kelas. Tanpa tekanan menghadapi ujian besar, siswa dapat fokus memahami konsep, bukan sekadar menghafal materi. Sistem ini membantu menciptakan lingkungan belajar yang sehat, mendukung rasa ingin tahu, dan mendorong pembelajaran yang lebih mendalam.
Satu Ujian yang Sangat Berarti di Tiongkok
Tiongkok dikenal sebagai rumah bagi salah satu ujian paling menantang dan menentukan di dunia: Gaokao, atau yang disebut juga sebagai “ujian tingkat tinggi.” Gaokao adalah ujian masuk perguruan tinggi nasional dengan tingkat tekanan yang sangat tinggi. Dilaksanakan selama dua hari, ujian ini mencakup mata pelajaran seperti Bahasa Mandarin, Bahasa Inggris, Matematika, serta pilihan antara rumpun ilmu pengetahuan (biologi, kimia, fisika) atau humaniora (geografi, sejarah, dan politik). Menurut The Guardian, formatnya sebagian besar berupa soal pilihan ganda dan dapat berlangsung hingga total 12 jam.
Setelah menyelesaikan ujian, siswa akan menerima skor tiga digit yang menentukan universitas mana yang dapat mereka masuki—dan dalam banyak kasus, memengaruhi potensi karier serta penghasilan mereka di masa depan. Karena begitu pentingnya ujian ini, pelaksanaannya disertai dengan berbagai bentuk dukungan ekstrem dari masyarakat. Di beberapa kota, proyek konstruksi dihentikan demi menjaga ketenangan, ambulans disiagakan, dan siswa berprestasi dipuji secara terbuka. Bagi banyak pelajar di Tiongkok, Gaokao bukan hanya ujian, tapi gerbang penentu masa depan.
Jepang Dengan Ujian Masuk yang Sangat Ketat
Berbeda dari sistem pendidikan di Finlandia, Jepang menerapkan ujian masuk sekolah dan universitas yang sangat kompetitif. Para siswa biasanya mulai mempersiapkan diri sejak jauh hari melalui pola belajar yang terstruktur dan intensif. Bimbingan belajar di luar sekolah (juku) juga menjadi bagian penting dari rutinitas banyak pelajar Jepang dalam menghadapi ujian tersebut.
Meskipun sistem ini menuntut tingkat disiplin yang tinggi, sekolah di Jepang juga menanamkan nilai-nilai seperti ketekunan, kerja keras, dan daya juang. Ujian tidak hanya dilihat sebagai alat seleksi akademik, tetapi juga sebagai sarana pembentukan mental dan karakter siswa. Dalam konteks budaya Jepang, menghadapi ujian adalah bagian dari proses pendewasaan.
BACA JUGA: Paspor Pendidikan: Negara dengan Visa Mahasiswa Termudah dan Tercepat
Leave a Reply